Checklist Sebelum Membuat Website Bisnis
Checklist praktis sebelum membuat website bisnis, mulai dari tujuan, konten, halaman, domain, CTA, hingga maintenance.
Mulai dari tujuan, bukan dari desain
Sebelum membuat website bisnis, banyak orang langsung mencari referensi tampilan. Referensi desain memang berguna, tetapi tujuan website jauh lebih penting. Website untuk mendapatkan inquiry berbeda dengan website untuk portfolio, edukasi, campaign, atau company profile lengkap.
Jika tujuan tidak jelas, website mudah menjadi kumpulan section yang terlihat bagus tetapi tidak membantu calon pelanggan mengambil keputusan. Checklist sederhana dapat membantu Anda menyiapkan bahan sebelum berdiskusi dengan vendor.
Tentukan tujuan website
- Mengenalkan bisnis dan layanan utama.
- Mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp atau form inquiry.
- Menampilkan portfolio atau contoh pekerjaan.
- Mendukung campaign dari media sosial atau iklan.
- Menyediakan halaman resmi untuk proposal, partnership, atau rekrutmen.
Tentukan target audience
Website yang baik berbicara kepada target yang jelas. Apakah pengunjungnya owner bisnis, calon pembeli retail, perusahaan, komunitas, atau calon partner? Bahasa, struktur, dan CTA akan berbeda untuk setiap target.
Jika target Anda UMKM lokal, copywriting sebaiknya langsung dan mudah dipahami. Jika target Anda perusahaan, halaman mungkin perlu menjelaskan proses, kredibilitas, scope layanan, dan cara kerja lebih detail.
Siapkan halaman utama
Untuk website bisnis sederhana, halaman atau section yang umum dibutuhkan adalah Home, About, Services, Portfolio atau Work, FAQ, dan Contact. Tidak semua harus dibuat sejak awal. Pilih yang paling relevan dengan tujuan website.
Jika budget terbatas, mulai dari satu halaman yang memuat semua informasi penting. Jika bisnis sudah berkembang, struktur multi-section atau multi-page biasanya lebih nyaman untuk menjelaskan layanan secara rapi.
Siapkan konten dasar
- Deskripsi bisnis: siapa Anda, melayani siapa, dan masalah apa yang dibantu.
- Layanan: daftar layanan utama dengan penjelasan singkat.
- Portfolio: contoh pekerjaan, produk, atau kategori project yang aman untuk ditampilkan.
- Kontak: WhatsApp, email, alamat area layanan, atau link sosial yang relevan.
- Logo dan brand asset: logo, warna brand, foto, icon, atau guideline jika ada.
- FAQ: pertanyaan yang sering ditanyakan calon pelanggan.
Tentukan CTA utama
CTA adalah tindakan yang Anda ingin pengunjung lakukan. Untuk banyak UMKM dan bisnis jasa di Indonesia, WhatsApp CTA sering menjadi pilihan paling praktis. Namun beberapa bisnis mungkin lebih cocok memakai form, booking link, email, atau download checklist.
Jangan terlalu banyak CTA yang saling bersaing. Jika tujuan utama adalah inquiry, pastikan tombol WhatsApp atau contact terlihat jelas di hero, pricing, dan bagian akhir halaman.
Pilih domain dan pikirkan hosting
Domain sebaiknya mudah dibaca, tidak terlalu panjang, dan sesuai nama brand. Hosting atau deployment perlu dipilih berdasarkan kebutuhan website. Website company profile biasa bisa berjalan ringan, sedangkan website dengan CMS, dashboard, atau sistem internal membutuhkan setup lebih serius.
Domain, hosting, business email, paid APIs, third-party tools, dan lisensi biasanya bisa menjadi biaya terpisah jika diperlukan. Pastikan hal ini jelas sebelum project dimulai agar tidak ada asumsi yang berbeda.
Siapkan referensi desain dan budget realistis
Referensi desain membantu vendor memahami selera visual Anda, tetapi jangan hanya meniru tampilan. Referensi terbaik adalah yang menjelaskan kenapa Anda menyukainya: struktur jelas, tombol mudah ditemukan, terasa premium, atau cocok dengan target pelanggan.
Budget realistis membantu menentukan scope. Jika budget awal terbatas, mulai dari halaman paling penting. Website bisa berkembang bertahap setelah bisnis mendapatkan feedback dan kebutuhan baru.
Tentukan siapa yang maintain website
Setelah website launch, tetap ada kebutuhan update konten, cek link, menjaga domain/hosting, memperbarui informasi layanan, dan menyesuaikan CTA. Tentukan sejak awal apakah maintenance dilakukan internal atau dibantu vendor.
Belum yakin apa saja yang perlu disiapkan? Diskusikan kebutuhan website bisnis Anda dengan Ordemis Systems melalui WhatsApp. Ordemis dapat membantu memetakan tujuan, struktur halaman, konten, CTA, dan rencana launch yang realistis.
